Aku ingin mengabaikan sesuatu, bukan kamu tapi perasaanku. Aku ingin lupa tentang sesuatu bukan dirimu tapi tentang rinduku. Bahkan aku ingin mengingkari setiap detik untuk memikirkanmu.
Banyak hal yang tak ingin aku ingat. Banyak hal yang ingin aku lupakan.banyak.
Aku tak ingin lagi merisaukan apapun, aku tak ingin lagi khawatir jika rinduku padamu tak bisa menyentuhmu.
Aku dan perasaanku hanya akan tetap menjadi milikku. Aku tak berharap lagi bisa membaginya denganmu. Namun, jika kau memintanya kembali aku akan membaginya denganmu. Mungkin aku akan menyebutnya 'takdir'.
Dan jika tak ku temukan lagi sebuah harapan, di saat itulah aku harus mengembalikan rinduku padaNya. Ah, Bukan nanti, tapi akan ku mulai dari sekarang.
Yang ku tau, apapun yang ada padaku saat ini bukanlah sepenuhnya milikku. Semua sepenuhnya adalah milikNya. Dan perasaanku pun milikNya termasuk rinduku.
Dan saat inilah aku harus menyadarkan diriku, satu satunya sandaranku dan harapanku ada padaNya. Allah Sang Maha Cinta.
Dan untukmu seseorang, aku tak ingin lagi menyempatkan waktu untuk memikirkanmu atau merindumu, aku ingin fokus padaNya. Biarkanlah Dia yang menyampaikan rinduku padamu. Jika Dia telah merestui yakinlah kita pasti bertemu lagi. Namun jika tidak. yakinlah itu yang terbaik.
Wahai hati, sabarlah semua akan indah pada waktunya. Insha Allah.
Semua akan indah pada waktuNya
Edisi curhat :: Semangat. Itu harus!. (Jelang tahun baru)
Udah pertengahan desember nih, akhir tahun 2015 juga. Yup, tak lama lagi mau move on ke 2016. Apa? Move on? (Saya aja belum bisa move on!. Gak deh becanda haha). Uda punya rencana apa di tahun depan? (Rencana apa ya? Lagi mikir.). Atau ada rencana yang belum diselesaikan tahun ini? (Gak papa, saya juga gitu kok. Nyemangatin diri sendiri)
Kira kira apa aja yang sudah terealisasi di taon ini? (Buka buku catatan dulu gih. Emang punya?). Wah, kalau saya mah masih banyak. (Tepok jidat).
Gak usah di sebutin deh, capek ngetiknya.(opps, sorry malas melanda huhu). Kalau buka buku catatan, pengennya tahun ini gak usah habis deh. Mengingat, menimbang dan memutuskan (ihh apaan sih!) usia juga bertambah tapi belum bisa mewujudkan impian. Sedihnya itu, di situ. Hiks
Pertama, rencana punya kerjaan. Alhamdulillah ya, gak nganggur. (katanya malas? Kok di ketik juga? Hehe). Kedua pengen punya momongan (eh, belum nikah juga pengen punya momongan. Nikah dulu. *maksudnya itu :D. Aduh, kok jadi curhat). Kalau di sebutin bakal panjang banget.
Pokoknya, intinya, pengen banget bahagiain orangtua dulu. Kalau aku belakangan juga gak papa. (Masa?serius?). Kata orang, kalau seorang anak udah bahagia sama kehidupannya otomatis orangtua juga akan merasa bahagia juga. (Gimana pemirsa, bener tidak?) maka dari itu saya akan merasa bahagia meski banyak yang belum bisa aku wujudkan. (Helloe, makanya usaha donk!)
So gais, gak papa belum menemukan impian, yang penting sudah menemukan jati diri. Akan jadi apa, siapa dan bagaimana kita menyikapi setiap hal yang belum kesampaian. Usaha mesti. Berjuang harus. Berdoa jangan ditinggal. Pokoknya kita eh saya harus jadi orang yang lebih, lebih, lebih baik lagi. Dari hari hari kemaren. Kudu dan harus.
Meski 2015 akan berakhir hidup harus jalan terus. Ke depan ya jangan ke belekang. Tahun aja bisa move on kok kita enggak. (Iya ya, nyengir). 2015, bye. 2016 im coming. Udah ya capek ngetiknya. Maklum ngetik pake hp mini sih, ya gitu deh. *opps curhat lagi, gak ding cuma becanda :D.... Oke bye!!!
Kita adalah Sesuatu yang di Kehendaki-Nya.
seperti anak panah,
dimundurkan untuk melesat ke depan,
pernahkah kamu mengalami suatu keadaan yang membuat hidupmu seperti di tarik mundur jauh dari harapan??
pernahkah kamu melihat orang-orang yang dulunya berapi-api tiba-tiba seperti kehilangan semangat bahkan lenyap dari peredaran??
pernahkah kamu melihat atau bahkan merasakan bahwa orang-orang yang pernah kau lihat (atau bahkan dirimu sendiri) mengalami kemunduran itu, lalu tiba-tiba melesat cepat ke depan dan meraih banyak hasil??
kita seperti anak panah di tangan Allah. ada masa-masa anak panaj itu melesat cepat terlepas dari busurnya menuju sasaran yang di maksudkan.
ada masanya anak-anak panah itu harus istirahat dalm kantong-Nya. namun yang di saat yang diperlukan, anak-anak panah itu akan di pasang dalam busurNya, ditarik kebelakang sejauh mungkin untuk menuju sasara. semakin jauh tarikanNya, semakin jauh pula jarak yang akan di tempuh. semakin panjang rentang busur menarik ancang-ancang, makin cepat pula ank panah itu melesat.
jadi, jika kau seperti dalam keadaan yang mundur, bersabarlah. mungkin Allah tengah meletakkanmu di busurNya. menarikmu jauh kebelakng, agar disaat kau dilepaskan, kau memiliki daya dorong yang kuat untuk mencapai sasaran. dan jika kau melihat temanr seorang teman seperti tengah mengalami kemunduran, jangan buru-buru menghakimi dengan mengatakan, "apinya telah padam" atau jangan jangan dia ada dosa.
jadilah teman yang baik, yang mendampingi disaat temanmu sedang "dimundurkan" karena dengan demikian kau ikut menjaganya agar tidak sampai putus asa dan terkulai.
kamu, aku, dia, mereka, kita adalah anak-anak panah di tangan Allah. hidup untuk mencapai suatu sasaran yang sudah di tetapkan. tetaplah semangat, tetaplah bersabar, tetap tekun dalam kebenaran dan senantiasa istiqomah dan tetap berdoa memohon kepada Allah, niscaya Allah akan memberi lebih dari yang kita mohon.
#repostnasihattaqwa@duniajilbab
Rindu
dear,
merindu itu adalah badai nikmat dalam sebuah penantian.
rindu itu memang melelahkan
ketika kau merasakan itu yakinlah aku pun merasakannya
dear,,
kamu tidak sendirian ada aku disini yang menunggumu
jika ruang dan waktu menjaukan jasad kita
tapi hati kita tetaplah dekat
dear,,,
jika rindumu telah lelah aku harap kau tak mengakhirinya
sisakan untukku
suatu saat nanti aku akan memintanya
suatu saat nanti jika kita sudah benar-benar siap
suatu saat nanti jika Tuhan telah merestui
dear,,,,
saat ini jarak adalah bagian dari cerita kita
jarak yang mengajarkan kita arti kebersamaan. Jarak jugalah yang memberi arti kita tentang kesetiaan.
dear,,,,,
ingatlah saat rindumu telah lelah jangan mengakhirinya
sisakan untukku
jika suatu saat nanti Tuhan telah merestui
yakinlah aku dan kamu pasti akan bertemu.
"Sabar dan Doa"
ada saat kita merasa marah, kesal, kecewa berlebihan ketika kenyataan tak sesuai dengan harapan. kadang kita menyalahkan takdir, menganggapnya sebagai dalang utama kekecewaan kita. padahal kita lupa yang kita lakukan itu salah. kita sama saja menyalahkan Allah.
kita seakan lupa siapa kita yang berani menyalahkan yang empunya takdir. kita semua tau tak ada yang bisa mengubah takdir manusia. tapi, kita pernah mendengar takdir bisa kita ubah dengan doa. kita sudah berdoa, berdoa dan berdoa. tapi hasilnya nihil. mungkin saat saat itulah kesabaran kita sedang di uji. sejauh mana dan seluas mana kesabaran kita bisa bertahan.
pasti kita pernah bertanya dalam benak kita "kenapa aku tak mendapat apa yang aku inginkan?".
pasti pernahkan? aku pun tak mengingkari pertanyaan ini. bahkan setiap kali aku menginginkan sesuatu yang tak terpenuhi pertanyaan ini akan muncul dengan sendirinya.
tapi inilah jawaban terbaik yang Allah berikan pada kita,
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (Qs. Al-Baqarah : 216)"Allah memang tidak menjanjikan langit selalu biru, tapi Dia akan memberikan jalan keluar yang tanpa bisa kita duga". itulah kata kata yang pernah saya baca dalam sebuah buku yang maaf saya lupa judul bukunya apa. tetap berprasangka baik, karena apa yang kita prasangkakan pada Allah itulah yang akan Dia berikan pada kita. seperti sabda Rasulullah yang mengatakan,
ا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً
"Hadits abu hurairah r.a. ia berkata rasulullah saw.bersabda: "Allah berfirman: 'Aku berada pada sangkaan hamba-Ku, Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku, jika ia mengingat-Ku pada dirinya maka Aku mengingatnya pada diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam suatu kaum, maka Aku mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik darinya, dan jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkalmaka Aku mendekat padanya satu hasta, jika ia mendekat pada-Ku satu hasta maka Aku mendekat padanya satu depa, jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari."
sungguh kita hanya manusia biasa yang selalu membutuhkan Dia yang menciptakan kita. aku dan kita semua tak akan pernah luput dari pengawasannya. berdoalah, bersabarlah Allah lebih tau yang kita butuhkan. aku dan kita semua semoga bisa menjadi hamba yang menjadikan Dia satu satunya tempat berharap, menjadikan Dia satu satunya tempat bersandar, menggantungkan segala harapan kita padaNya. hanya Dia.
Allah SwT berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang sabar” (QS Ali Imran [3] ayat 146). semoga kita termasuk orang orang yang bersabar. semoga kita tak kehilangan harapan. semoga kita tetap berada di jalanNya. selalu dan selamanya. Aamiin.
Ku Sebut Ini Sebuah Harapan
Catatan Akhir Tahun
hanya karena saya tidak mengucapkannya dengan lantang, kalian seperti
tidak mendengarku. saya tidak suka !!! bahkan saya sangat tidak
menyukainya. meski sekadar gurauan. jadi tolong berhentilah!!!. jangan
menyandingkan namaku dengannya karena dia juga pasti tidak menyukainya.
sekali lagi ku katakan, "berhentilah menyandingkan namaku dengannya. aku tidak menyukainya, pun dia juga tidak menyukainya."
aku mungkin masih bisa tersenyum saat itu, tapi tahukah kalian apa yang di katakan hatiku?
cukup aku yang mendengarnya, aku hanya menjaga perasaan kalian. bisakah kalian juga menjaga perasaanku saat itu?. bisakah?
tidak
berlebihan jika aku meminta kalian berhenti, kan? jika hanya sekali dua
kali, mungkin tidak apa-apa, tapi ini hampir setiap hari aku
mendengarnya. sebenarnya aku bosan, mungkin muak juga.
jadi,
tolong berhentilah bergurau seperti itu, tidak semua orang menyukai
gurauan seperti itu, termasuk aku jua. mungkin sebagian kalian juga
tidak menyukainya. menurutku bercanda itu juga ada batasnya, kan?
haruskah
aku berteriak agar kalian berhenti melakukan itu padaku? haruskah?
selama ini aku berusaha tidak peduli, tapi ini sudah cukup memuakkanku.
ini membuat aku geram saat kalian kembali bercanda seperti itu. jika
kalian merasa aku berlebihan menanggapi hal ini, dan menganggap aku
seperti apapun, maka teruskanlah. tapi aku tidak tau akan seperti apa
sikapku pada kalian.
"karena sikap saya tergantung sikap anda terhadap saya"
"Apapun ini, ini hanya sebuah catatan yang membosankan, ku tulis dalam keadaan yang membosankan, saya pun merasa saya membosankan. ya sebenarnya saya sedang bosan saat itu. jadilah tulisan ini yang juga membosankan. jangan bingung ya... soalnya saya juga bingung. ckckck"
