Penghujung tahun 2016

Assalamualaikum.

Hai sahabat malam.

Saat ini adalah penghujung tahun 2016. Beberapa hari lagi desember akan berakhir.  Tepatnya seminggu lagi. Di penghujung tahun ini adakah harapan atau impian sahabat yang masih menjadi harapan? Jujur saya mah iya masih buaaanyak hiks (sedih bingits). 

Rasanya tahun cepat banget berganti. Tapi nasibku kok gak ganti ganti yak? (Nyengir sendiri) Ya Allah. Maapin aku yang selalu mengeluh. Hehe

Bay de wey bas wey. Negeri kita tercinta indonesia banyak banget peristiwa luar biasa yang sedih banget jika di ceritakan dari gempa aceh yang goncangannya yang begitu dahsyat menghancurkan banyak rumah. Tak kalah dengan banjir bandang yang terjadi di bandung apa lagi baru baru ini bima juga terkena banjir bandang pulak. YA ALLAH lindungi kami.

Dan yang lebih mengguncangkan lagi bukan hanya di Indonesia tapi dunia ikut terguncang dengan fenomena OM TELOLET OM yang mendunia. Eits ngapa jadi ngomongin yang beginian sih. Hadewhh.

Oke sahabat. Harapan apa yang kira kira belum terwujud di tahun ini. Semoga aja bisa terwujud di tahun 2017. Aamiin.

Mari buka kembali catatan tahun ini. Apa masih ada yang belum terwujud atau masih banyak malah. Aku sih masih buanyak. Gak usah di sebutin atu atu yak capek ngetiknya. Hehe. Tapi salah satunya saya pengen si jodoh sayah itu ngelamar sayah tahun 2017 nanti. Eh kok jadi curhat sih, ya ampunnn *tepuk jidat

Kita berharap kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi di tahun depan. Menjadi lebih dewasa dari sebelumnya. Paling tidak menjadi manusia bermanfaat bagi sesama.

Semua harapan yang masih menjadi harapan semoga bisa kita wujudkan. Perjuangan semakin berat dan panjang. Jangan menyerah kita harus tetap strongg.

Membenahi diri menjadi baik juga butuh perjuangan. Mewujudkan harapan juga butuh perjuangan. Tetap semangat aja. Walau banyak banget yang bisa buat kita menyerah pokoknya tetap strooong. *ah sayah sok bijak banget.

Wahai sahabat, tetap berjuang aja jangan berhenti, jangan menyerah. Jika lelah istirahat sejenak lalu bangkit lagi. Setiap keringat yang kita keluarkan akan terbayar, setiap usaha yang kita kerjakan pasti membuahkan hasil. Tapi ingat jangan lupa doa. Karena doa dan usaha itu beriringan loh. Beneran. Buktiin sendiri yak. 😊.

Ok dah sampai jumpa tahun 2016, dan selamat menanti tahun 2017 sayah siap mengarungimu, hello emang lautan hehe *siap gak siap harus siap. Siaaaap. πŸ˜„πŸ˜Š








apa yang bisa ku kenang dari dirimu?

Sudah lama sejak kita tak lagi saling menyapa. Entah ini bulan keberapa saat semuanya berakhir. Aku tak ingat dan tak mw mengingatnya. Sungguh.


Kepergianmu mungkin menyisakan rasa sakit yang saat ini sedang ku sembuhkan. Apa lagi yang bisa ku kenang selain kebohonganmu.

Ribuan janji yang sampai saat ini masih terngiang dikepalaku. Mengingat itu hanya memunculkan rasa sakit dari luka yang belum mengering. 

Aku tidak tau mengapa rasa sakit ini belum bisa ku sembuhkan. Apakah rasa sayangku masih ada untukmu atau aku yang tak bisa menerima kenyataan kalau hubungan ini benar2 berakhir. 

Kita memulai semua ini dengan cara yang baik tapi harus berakhir dengan rasa sakit. Aku bahkan tidak tau kenapa kau tiba2 menghilang. Apakah ada dari kata kataku yang menyinggungmu? Atau sikapku yang tak kau sukai dariku? Ah... entahlah hanya kau yang tau. 

Aku hanya ingin bukti dari setiap ucapanmu. Sudah terlalu banyak janji yang kau berikan. Aku hanya mempertanyakan bukti. Tapi tak ada jawaban yang ku dapat. Kau bilang aku harus bersabar. Aku bersabar. Kau memintaku menunggu, aku menunggu. Tapi semuanya sia sia saja. 

Aku menyesal?. Tidak. Aku tak ingin menyesali apapun. Aku meyakinkan diriku. Seperti inilah cara mendewasakanku. Mungkin. Beginilah cara Tuhan mendidik kesabaranku, Melatih kekuatanku untuk bisa menguasai diriku dari amarah yang bisa jadi menghancurkan diriku sendiri.

apa lagi yang bisa ku kenang darimu?. Hanya Sebuah harapan yang tetap menjadi harapan dan rasa sakit yang tetap menjadi rasa sakit. 

Lalu apa lagi yang bisa ku kenang dari dirimu?








Kita adalah orang lemah yang dikalahkan oleh jarak

Semakin ingin melupakanmu, bayang mu semakin kuat terpatri dalam ingatanku. Entah ini malam keberapa, malam malam penuh kerinduan. 


Melihatmu, meski lewat selembar foto tak berbingkai. Aku melihat senyummu. Matamu. Tatapanmu. Ah, aku merindukanmu. Dan aku benci itu.

Engkau yang dulu pernah memberiku harapan. Kini tak ada lagi. Pergi begitu saja membawa separuh hatiku. 

Aku belajar merelakanmu. Tak lagi menunggu kabarmu, bahkan tak ingin lagi melihatmu. Aku sedang berusaha. Aku juga tak ingin membencimu. Tapi sebenarnya aku ingin itu. 

Kita adalah orang orang lemah. Kita dikalahkan oleh jarak. Aku tidak ingin menyalahkan apapun. Mungkin hatimu terlalu lemah untuk bertahan atau mungkin aku yang tak sanggup untuk mempertahankan.

Kau adalah alasan aku untuk percaya jika cinta itu memang ada. Tapi kau juga yang menghancurkannya. Kata katamu, janji janji yang pernah kau berikan, sekarang hanya omong kosong. 

Kau membuatku tak lagi bisa percaya jika cinta memang ada. Kau tidak hanya menyakitiku. Tapi kau juga telah menyakiti keluargaku dengan janjimu dan kata kata manismu yang... sungguh tak bisa ku percaya kau melakukan itu. 

Kini, dengan berlalunya waktu aku berharap aku bisa kembali berdiri tegak dan melupakan masa lalu. Membungkus semua kenangan dan menyimpannya rapat rapat agar tak lagi mengganggu ingatanku. 

Yaa...cara terbaik mengobati luka hatiku adalah dengan melupakanmu dan semua kenangan tentangmu. Meski ini sulit aku akan berusaha. Kau juga boleh membawa separuh hatiku tapi aku tak lagi ingin membawa diriku terlalu lama dalam kesedihan. 

Aku ingin kebahagiaanku kembali. Seperti kembalinya pagi saat mentari menampakkan dirinya. 




Kamu adalah sebuah kenangan

Kamu hanyalah bagian dari masa lalu. Kamu hanya separuh dari ribuan kenangan indah yang ku punya. Meski sebagiannya lagi aku menjadi kenangan buruk yang ingin kau lupakan. Mungkin.


Aku tak pernah ingin menjadi sebuah masa lalu. Bahkan tak pernah berpikir menjadi sebuah kenangan.

Kamu pernah menjadi isi dalam ceritaku. Pernah menjadi kebahagiaanku. Meski semua itu sudah berakhir. Aku senang pernah menjadi bagian dari hari hari mu.

Dulu, kita punya mimpi. Saling bertukar cerita. Kita merancang masa depan kita sendiri. Merencanakan segala sesuatunya bersama sama. Menghidupkan kisah kita lalu bercerita tentang cinta. Sebuah rencana yang indah.

Dan hari ini. Semua mimpi yang pernah kita bangun tak lagi menarik untuk kita ceritakan bersama sama. Rencana yang pernah kita susun pun tak lagi ingin kita bicarakan. Semuanya telah hilang. Seperti matahari yang telah terbenam tak menyisakan apa pun kecuali kegelapan.

Ya, kisah kita tak lagi memiliki arti. Tak juga memiliki masa depan. Aku dan kamu hanya sebuah masa lalu. Aku dan kamu hanya akan menjadi cerita usang yang menyisakan sebuah kenangan. Karena aku dan kamu tak akan menjadi kita. 

La Tahzan !


Jika ini ketentuanMu,
ku coba tabahkan hatiku,
karena pasti tersirat sesuatu di balik yang tersurat itu...
karena ku manusia biasa,
tidak terdaya memikirkan apakah hikmahnya...?
apakah rahsianya....?
hidup ini terus berputar!!!
tiada masa untuk lengah!!!
tiada masa untuk patah!!!

Ku kuatkan hati yang serapuh kaca ini,
ku salutkan bersama doa tulus suci,
karena doa itu tersimpan satu kekuatanku,
kekuatan dari yang Empunya segalanya...

Dan pastinya dunia bukan milikku sendiri,untukku atur segalanya,
karena yang takdir itu mengatasi tadbir...
tadbir dari manusia yang lemah,
takdir dari Tuhan Yang Maha Mencipta,

Ku simpan segala pahit dan duka,dalam surat kehidupan ini,
yang penuh sirat pengajaran...
di balik yang terjadi pasti ada yang terjanji termateri sesuatu yang pasti jika kau ridho ketentuan Ilahi...

** Alangkah banyak jalan keluar yang datang selepas rasa putus asa dan betapa banyak kegembiraan datang selepas kesusahan.
Siapa yang berbaik sangka kepada Penguasa 'Arasy dia akan memetik manisnya buah yang dpetik di tengah tengah pohon berduri.....

" Pimpinlah kami dalam menjalani kehidupan fana ini dengan kasih sayangMU yang tiada batasannnya.." ... Aamiin..

Jangan Bersedih !

Jangan Bersedih Wahai Hati ...

Jangan bersedih, meskipun kau sangat merasa tersakiti dengan apa yang dikatakan orang lain terhadapmu...
Jangan bersedih, meskipun apa yang kau perbuat belum membuahkan hasil yang memuaskan untuk dirimu..
Jangan bersedih, meskipun tatkala orang lain memandang rendah terhadap kemampuan yang kau miliki...
Jangan bersedih, meskipun engkau telah banyak kali terjatuh dan tersungkur sehingga hendak menangis..
Jangan bersedih, meskipun banyak onak duri yang menjadi rintangan dalam mencapai apa yang kau inginkan...
Jangan bersedih, meskipun saat itu kau merasa terkucilkan dari kehidupanmu..

Karena ketahuilah,apa yang kau lakukan jika bersedih, itu tidak akan membuahkan hasil apa-apa,
tidak akan bisa merubah apapun menjadi lebih baik,
bersedih tidak menghilangkan sakit hatimu,
bersedih tidak menjadikan hasil kerjamu memuaskan,
bersedih tidak membuat orang memandang hormat kepadamu,
bersedih tidak membantumu untuk tidak terjatuh lagi,
bersedih tidak menghilangkan rintangan yang kau hadapi,dan
bersedih juga tidak membuatmu bisa diterima didalam lingkunganmu..
  

hidup ini memang penuh dengan cobaan yg harus dihadapi,
tapi yakinkanlah dari dalam lubuk hatimu,
bahwa Allah tidak akan menguji seseorang melebihi kemampuan dirinya,
setelah gelap pasti terang kan menjelang, yakinlah itu..
Ujian dan cobaan yang diberikan kepada kita, kepahitan dan keperitan yang kita rasai, pasti ada makna disebalik itu semua,
tinggal bagaimana cara kita untuk mensyukurinya.. .


Tak Seharusnya "Cinta"

Ada hal yang tak bisa aku simpan lebih lama, apa lagi aku pelihara dan jaga mati2an. Dan itu yang aku lakukan sekarang. Sesuatu hal terlarang yang pernah ku lakukan. Sungguh mungkin ini mamalukan.

Aku hanya punya satu hati. Aku ingin ada seseorang yang mendiaminya. Tapi,, kenapa harus kamu orangnya?

Kenapa? Apa yang aku lihat dari dirimu?. Apa yang membuat hatiku terpikat olehmu?. Lebih lagi kamu sudah milik orang lain. Bukan. Tapi kamu milik temanku.

Aku merasa menjadi orang jahat sekarang. Aku adalah penyebab kehancuran kamu dan dia. Tapi,bagaimana aku bisa membohongi perasaanku sendiri? Aku menyukaimu. Entah sejak kapan.

Kamu baik, aku merasa kamu perhatian padaku,dan kamu seperti memberiku harapan yang tak bisa ku jelaskan. Atau..aku sendiri yang membuat itu seperti nyata? Arrgghhh rasanya aku ingin teriakk sejadi jadinya.

Jelas ini bukan salahku. Bukan salah rasaku. Bukan. Bukan. Tapi, kenapa temanku menyalahkanku?. Ini bukan salahku bukan juga salah kamu. Jika bukan kami yang bersalah lalu siapa yang salah?

Aku tidak mungkin menyalahkan Tuhan. Tidak. Dia adalah yang memberi perasaan cinta. Tapi, akulah orang yang meletakkannya di tempat yang tak seharusnya.

Tapi Kenapa harus kamu yang menyembuhkan lukaku? Aku telah membiarkannya tetap terluka lalu kau datang sebagai obat. Dan pada akhirnya kamu juga adalah luka.

Teman. Bagaimana caraku mengakuinya padamu?. Bagaimana caraku jujur?. Apa yang seharusnya aku lakukan?

Teman kau adalah orang baik tak seharusnya aku melakukan ini padamu. Tak seharusnya kekasihmu menjadi obat lukaku. Namun, semuanya sudah terjadi.

Bagaimana mungkin aku menghianati temanku sendiri?. Apa dayaku, aku belum bisa memilih antara temanku atau perasaanku. Lalu apakah aku membiarkannya berjalan seperti ini, terus terusan menghianati temanku, terus terusan menjalin hubungan dengannya?

Aku bingung. Sungguh. Aku pastilah orang jahat kan? Tapi aku harus memutuskan. Dan kuputuskan membiarkan perasaanku terus bersamanya. Membiarkan hubungan yang tak semestinya ini terus berlanjut. Maafkan aku teman. Seharusnya pertemanan ini suci, akulah yang membuatnya jadi kotor.

Suatu saat aku mungkin menyesalinya. Biarlah seperti itu, mungkin aku satu2nya orang yang akan menyesal. Mungkin.

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.